Bedanya Jurnal Terakreditasi dan Tidak Terakreditasi: Pilih Mana untuk Syarat Lulus?
Dalam dunia akademik Indonesia, status sebuah jurnal menentukan segalanya: mulai dari syarat kelulusan mahasiswa, pencairan dana hibah, hingga kenaikan pangkat dosen. Seringkali, Anda mendengar istilah Jurnal Terakreditasi (Sinta) dan Jurnal Tidak Terakreditasi (Non Sinta). Namun, apakah Anda benar-benar memahami perbedaan mendasarnya? Salah memilih jenis jurnal bisa berakibat fatal: skripsi Anda tertunda karena proses review yang terlalu lama, atau sebaliknya, publikasi Anda tidak diakui karena standar jurnal terlalu rendah. Artikel ini akan mengupas tuntas secara aktif perbedaan kedua jenis jurnal ini agar Anda bisa menentukan pilihan strategi publikasi yang tepat.
Definisi Singkat: Apa Itu Sinta dan Non Sinta?
Sebelum masuk ke perbandingan, mari samakan persepsi:
- Jurnal Terakreditasi (Sinta): Jurnal yang telah melewati penilaian ketat oleh Kemdikbudristek melalui sistem ARJUNA dan mendapatkan peringkat Sinta 1 (tertinggi) hingga Sinta 6 (terendah).
- Jurnal Tidak Terakreditasi (Non Sinta): Jurnal yang sah secara hukum (memiliki ISSN) dan dikelola secara ilmiah, namun belum mengajukan atau belum lolos penilaian akreditasi nasional.
- Meski tidak terakreditasi, jurnal ini tetap legal. Pastikan saja izinnya valid via panduan [Cara Cek Validitas ISSN Jurnal Nasional di LIPI/BRIN].
4 Perbedaan Utama yang Wajib Anda Tahu
Berikut adalah pembeda mencolok yang memengaruhi nasib naskah Anda:
1. Kualitas Review dan Ketatnya Seleksi
- Terakreditasi: Editor dan Reviewer bekerja sangat ketat. Naskah Anda pasti akan direvisi berkali-kali. Plagiasi di atas 20% langsung ditolak.
- Tidak Terakreditasi: Proses review cenderung lebih longgar. Editor lebih fokus pada kesesuaian format dan kelengkapan unsur ilmiah daripada kedalaman analisis teori.
- Ini menjadi opsi favorit mahasiswa S1. Cek alasannya di [Apakah Jurnal Non Sinta Bisa untuk Syarat Wisuda S1?].
2. Durasi Terbit (Time to Publish)
- Terakreditasi: Membutuhkan waktu 3 hingga 12 bulan dari submit hingga terbit (publish). Antreannya sangat panjang.
- Tidak Terakreditasi: Jauh lebih cepat. Anda bisa mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) dalam waktu 2-4 minggu saja.
- Butuh yang lebih cepat lagi? Cari jurnal yang menawarkan layanan kilat di [Jurnal Non Sinta yang Cepat Terbit (Fast Track)].
3. Biaya Publikasi (APC)
- Terakreditasi: Sinta 2 bisa mencapai Rp 1,5 juta – Rp 10 juta. Sinta 3-6 berkisar Rp 300 ribu – Rp 1 juta.
- Tidak Terakreditasi: Sangat terjangkau. Kisaran Rp 0 (Gratis) hingga Rp 300 ribu.
- Ingin tahu rincian harganya agar tidak tertipu? Baca detailnya di [Biaya Publikasi Jurnal Nasional Ber-ISSN (Non Sinta)].
4. Nilai Angka Kredit (KUM Dosen)
- Terakreditasi: Nilai tinggi (15 s.d. 25 Poin). Bisa digunakan untuk syarat khusus Lektor Kepala.
- Tidak Terakreditasi: Nilai maksimal 10 Poin. Hanya bisa untuk syarat BKD semesteran atau kenaikan pangkat jabatan awal.
- Dosen wajib tahu hitung-hitungannya di [Berapa Poin KUM Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi Sinta?].
Tabel Perbandingan Cepat
Agar lebih jelas, perhatikan tabel berikut:
| Indikator | Jurnal Terakreditasi (Sinta) | Jurnal Tidak Terakreditasi (Non Sinta) |
| Simbol | Logo Sinta (S1-S6) | Tidak Ada Logo Sinta |
| ISSN | Wajib Ada | Wajib Ada |
| Indeksasi | Terindeks SINTA, Google Scholar, Garuda | Min. Google Scholar & Garuda |
| Target Penulis | Dosen, Peneliti, Mahasiswa S2/S3 | Mahasiswa S1, Dosen Pemula |
| Kesulitan | Tinggi – Sangat Tinggi | Rendah – Sedang |
Mana yang Harus Anda Pilih?
Pilihan jurnal bergantung pada tujuan akhir Anda:
- Pilih Jurnal Terakreditasi Sinta Jika:
- Anda adalah dosen yang mengejar Hibah Penelitian Dikti.
- Anda mahasiswa S2/S3 yang diwajibkan oleh kampus.
- Anda ingin mengejar nilai Cumlaude atau beasiswa lanjut studi.
- Pilih Jurnal Tidak Terakreditasi Jika:
- Anda mahasiswa S1 yang hanya butuh syarat “Pernah Publikasi” untuk wisuda.Deadline sidang tinggal 1 bulan lagi.Dosen yang butuh pemenuhan BKD semester ini dengan cepat.Anggaran publikasi Anda terbatas.
Referensi Resmi
Untuk mengecek status sebuah jurnal (apakah Sinta atau bukan), gunakan situs resmi pemerintah berikut:
- [SINTA Kemdikbud]: Ketik nama jurnal di sini. Jika muncul level S1-S6, berarti terakreditasi.
- [ARJUNA Kemdikbud]: Sistem Akreditasi Jurnal Nasional untuk melihat pedoman penilaian.
KESIMPULAN
Memahami bedanya jurnal terakreditasi dan tidak terakreditasi adalah strategi dasar seorang akademisi. Tidak ada yang lebih baik atau buruk; keduanya memiliki fungsi masing-masing sesuai kebutuhan Anda. Jika Anda butuh kecepatan dan kemudahan, jurnal tidak terakreditasi (Non Sinta) adalah sahabat terbaik. Namun, jika Anda mengejar prestise dan karir jangka panjang, jurnal terakreditasi adalah target utama.
Sudah menentukan pilihan ke jurnal Non Sinta? Jangan buang waktu, pelajari langkah teknis mengunggah naskahnya di [Cara Submit Artikel ke Jurnal OJS (Non Sinta)].
Pustaka Publisher juga menyediakan jasa produk lainya seperti jurnal international scopus, Haki, Jasa translate, Cek Plagiasi turnitin, pembuatan artikel dan PTAMJ.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp di bawah ini dan dapatkan promo Bulan ini!

Baca Juga, Selengkapnya👇
