Resiko Publikasi di Jurnal yang Tidak Terurus: Bahaya Naskah Digantung Selamanya
Pernahkah Anda mengirim naskah ke sebuah jurnal, lalu berbulan-bulan tidak ada kabar? Anda mengirim pesan ke admin, namun tidak ada balasan. Anda mengirim email, tapi tidak ada respon. Selamat, Anda sedang menghadapi mimpi buruk terbesar penulis akademik: terjebak di Jurnal yang Tidak Terurus. Banyak mahasiswa dan dosen hanya melihat status “Aktif” di OJS tanpa memeriksa kapan terakhir kali pengelola login. Kelalaian ini bisa berakibat fatal. Artikel ini akan membedah secara aktif resiko-resiko serius yang Anda hadapi jika nekat memasukkan naskah ke jurnal yang manajemennya buruk atau mati suri.
1. Naskah “Digantung” Tanpa Kejelasan (Time Loss)
Resiko terbesar adalah hilangnya waktu berharga. Dalam sistem OJS yang tidak terurus, naskah Anda akan terjebak pada status “Awaiting Assignment” atau “In Review” selamanya.
- Dampaknya: Anda tidak bisa lulus karena belum mendapat LoA (Letter of Acceptance). Anda juga tidak bisa merevisi naskah karena tidak ada masukan dari reviewer.
- Situasi Terburuk: Anda menunggu 6 bulan, padahal deadline wisuda tinggal 1 bulan lagi.
- Jangan biarkan ini terjadi. Lakukan deteksi dini kesehatan jurnal sebelum submit dengan panduan [Cara Mengetahui Jurnal Masih Aktif atau Tidak (Non Sinta)].
2. Dilema “Double Submission” (Jebakan Etika)
Saat naskah digantung tanpa kabar, Anda pasti tergoda untuk mengirim naskah yang sama ke jurnal lain agar cepat terbit. Hati-hati! Ini adalah pelanggaran etika berat.
- Resikonya: Jika tiba-tiba jurnal lama “bangun dari tidur” dan menerbitkan naskah Anda, sementara jurnal baru juga menerbitkannya, maka Anda melakukan Duplikasi Publikasi.
- Sanksi: Nama Anda bisa masuk daftar hitam (blacklist) antar pengelola jurnal dan karir akademik Anda tercoreng seumur hidup.
- Jika ingin pindah jurnal, Anda wajib melakukan penarikan naskah resmi. Pelajari prosedur submit yang benar agar tidak salah langkah di [Cara Submit Artikel ke Jurnal OJS (Non Sinta)].
3. Hilangnya Jejak Digital (Web Down)
Jurnal yang tidak terurus biasanya menunggak pembayaran sewa server atau domain.
- Resikonya: Suatu pagi, saat Anda butuh bukti link publikasi untuk BKD atau Ijazah, website jurnal tersebut tiba-tiba hilang (404 Not Found).
- Dampaknya: Publikasi Anda dianggap tidak pernah ada. Jika jurnal tersebut tidak mengarsipkan data di lembaga eksternal, karya ilmiah Anda hilang selamanya.
- Pastikan jurnal memiliki legalitas kuat agar servernya terjamin. Cek statusnya di [Cara Cek Validitas ISSN Jurnal Nasional di LIPI/BRIN].
4. Naskah Anda Tidak Terindeks (Sia-sia)
Tujuan publikasi adalah agar karya Anda dibaca dan disitasi orang lain. Pengelola jurnal yang malas biasanya tidak menyetorkan metadata artikel ke Google Scholar atau Garuda.
- Resikonya: Artikel Anda terbit, tapi tidak muncul di mesin pencari manapun. Naskah Anda menjadi “hantu” yang tidak bisa menambah poin sitasi atau H-Index Anda.
- Pastikan Anda memilih jurnal yang terindeks dengan benar. Cek cara filternya di [Cara Mencari Jurnal Non Sinta di Portal Garuda].
5. Potensi Pembajakan (Hijacked Journal)
Jurnal yang lama tidak aktif sering menjadi sasaran empuk peretas (hacker) untuk dijadikan situs judi online atau jurnal predator palsu.
- Resikonya: Naskah Anda berada di lingkungan website yang berbahaya (terdeteksi malware). Ini akan menurunkan kredibilitas Anda sebagai akademisi di mata asesor.
- Kenali ciri-ciri website jurnal yang sudah tidak sehat atau palsu di [Cara Membedakan Jurnal Non Sinta dan Jurnal Bodong].
Solusi: Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda sudah terlanjur submit dan menyadari jurnalnya tidak terurus, lakukan langkah aktif ini:
- Kirim Surat Penarikan (Withdrawal Letter): Kirim email formal yang menyatakan Anda menarik naskah karena durasi proses yang tidak wajar.
- Simpan Bukti: Simpan bukti pengiriman email tersebut. Ini adalah “tameng” Anda jika kelak terjadi sengketa double submission.
- Cari Jurnal Pengganti: Segera cari jurnal yang pengelolanya responsif.
- Cari jurnal yang adminnya cepat membalas pesan di [Jurnal Non Sinta yang Cepat Terbit (Fast Track)].
Referensi Etika Publikasi
Pahami hak dan kewajiban Anda sebagai penulis melalui sumber resmi berikut:
- [COPE (Committee on Publication Ethics)]: Panduan internasional tentang penanganan kasus jurnal yang tidak responsif.
- [Relawan Jurnal Indonesia (RJI)]: Komunitas pengelola jurnal yang bisa menjadi tempat Anda melaporkan atau bertanya tentang kredibilitas sebuah jurnal.
KESIMPULAN
Resiko publikasi di jurnal yang tidak terurus terlalu besar untuk Anda pertaruhkan. Jangan menyerahkan nasib kelulusan atau kepangkatan Anda pada pengelola jurnal yang tidak bertanggung jawab. Jadilah penulis yang cerdas: periksa keaktifan jurnal, cek edisi terakhir, dan hubungi kontak admin sebelum memutuskan untuk submit. Lebih baik menghabiskan 10 menit untuk riset jurnal, daripada menghabiskan 6 bulan menunggu ketidakpastian.
Ingin cari aman dengan biaya yang masuk akal? Temukan rekomendasi jurnal yang sehat dan ramah kantong di [Jurnal Non Sinta Berbayar Murah untuk Mahasiswa].
Pustaka Publisher juga menyediakan jasa produk lainya seperti jurnal international scopus, Haki, Jasa translate, Cek Plagiasi turnitin, pembuatan artikel dan PTAMJ.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp di bawah ini dan dapatkan promo Bulan ini!

Baca Juga, Selengkapnya👇
