Cara Membedakan Jurnal Non Sinta Resmi vs Jurnal Bodong: Jangan Sampai Tertipu!
Di tengah tuntutan publikasi yang mendesak, banyak oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan kepanikan mahasiswa dan dosen dengan membuat “Jurnal Bodong”. Mereka menawarkan janji manis: terbit besok, tanpa revisi, pasti diterima. Masalahnya, banyak penulis yang salah kaprah dan menganggap semua jurnal yang belum masuk Sinta adalah jurnal abal-abal. Padahal, Jurnal Non Sinta dan Jurnal Bodong adalah dua hal yang sangat berbeda. Yang satu legal dan diakui negara, yang satu penipuan. Artikel ini akan memandu Anda secara aktif untuk mengidentifikasi perbedaannya agar Anda tidak menyetor uang ke rekening penipu.
Definisi: Apa Itu Jurnal Non Sinta (Resmi)?
Jurnal Non Sinta adalah jurnal ilmiah yang sah secara hukum namun belum mendapatkan peringkat akreditasi nasional.
- Ciri Utama: Memiliki SK ISSN dari BRIN, dikelola institusi jelas (Kampus/Asosiasi), memiliki dewan redaksi, dan melakukan proses review (meskipun mungkin sederhana).
- Status: Legal untuk syarat wisuda S1 dan menambah poin KUM Dosen (Nilai 10).
- Jangan ragu submit ke sini. Cek dulu nilai poinnya di [Berapa Poin KUM Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi Sinta?].
Definisi: Apa Itu Jurnal Bodong (Predator)?
Jurnal Bodong adalah bisnis penipuan berkedok publikasi ilmiah. Tujuan utama mereka hanya satu: Uang Anda.
- Ciri Utama: Menerima naskah apa saja (asal bayar), tidak ada proses review substansi, alamat kantor fiktif, dan seringkali memalsukan nomor ISSN.
4 Langkah Investigasi Cara Membedakan Keduanya
Jangan hanya melihat tampilan website yang bagus. Anda harus melakukan pengecekan aktif dengan langkah berikut:
1. Cek Validitas ISSN di Portal BRIN (Kunci Utama)
Ini adalah filter pertama. Jurnal resmi pasti datanya muncul di database pemerintah.
- Jurnal Resmi: Saat Anda mengetik nomor ISSN di portal BRIN, nama jurnal, penerbit, dan URL-nya sesuai.
- Jurnal Bodong: Data tidak ditemukan, atau nama jurnal di website berbeda dengan nama di data BRIN (biasanya jurnal hasil bajakan/hijacked journal).
- Lakukan pengecekan sekarang. Ikuti panduannya di [Cara Cek Validitas ISSN Jurnal Nasional di LIPI/BRIN].
2. Periksa Proses Review dan Korespondensi
Jurnal ilmiah menjual proses, bukan hasil instan.
- Jurnal Resmi: Ada jeda waktu. Setelah Anda submit, ada notifikasi review, lalu permintaan revisi (perbaikan naskah), baru kemudian LoA.
- Jurnal Bodong: Anda kirim naskah pagi ini, sore ini langsung dapat LoA dan tagihan pembayaran tanpa ada koreksi sama sekali.
- Butuh cepat boleh, tapi harus wajar. Kenali bedanya dengan layanan resmi di [Jurnal Non Sinta yang Cepat Terbit (Fast Track)].
3. Transparansi Biaya Publikasi
Hati-hati dengan biaya siluman.
- Jurnal Resmi: Biaya publikasi (APC) tercantum jelas di website (Menu Author Fees). Kisaran harganya masuk akal (Gratis s.d. Rp 300.000).
- Jurnal Bodong: Biaya tidak disebut di awal. Tiba-tiba Anda diminta transfer jutaan rupiah lewat email/WA pribadi, bukan rekening lembaga.
- Jangan mau bayar mahal! Bandingkan harga wajarnya di [Biaya Publikasi Jurnal Nasional Ber-ISSN (Non Sinta)].
4. Telusuri Jejak Digital Editor & Penerbit
Jurnal yang baik dikelola oleh akademisi.
- Jurnal Resmi: Nama Editor in Chief bisa dilacak di Google Scholar. Alamat penerbit (biasanya kampus) bisa dicek di Google Maps.
- Jurnal Bodong: Nama editor fiktif (kadang nama bule tapi jurnal lokal), dan alamat kantor tidak jelas atau hanya berupa PO BOX.
Waspada Jurnal Bajakan (Hijacked Journals)
Ini adalah level penipuan tertinggi. Penipu membuat website palsu yang meniru tampilan jurnal asli yang bereputasi.
- Modus: Mereka menggunakan nama jurnal yang sama persis dengan jurnal asli, tapi domainnya beda (misal: https://www.google.com/search?q=jurnalasli.com padahal yang asli jurnalasli.ac.id).
- Cara Hindari: Selalu akses website jurnal melalui link yang ada di [Portal GARUDA] atau [SINTA Kemdikbud]. Jangan asal klik dari pencarian Google sembarangan atau link yang dikirim via Email Spam.
Rekomendasi Tempat Mencari yang Aman
Agar tidur Anda nyenyak, carilah jurnal hanya di dua sumber terpercaya ini:
- [Portal GARUDA]: Kumpulan jurnal lokal yang sudah divalidasi Kemdikbud.

- [Google Scholar]: Lihat rekam jejak artikel sebelumnya. Jika artikel tahun lalu banyak disitasi, berarti jurnal itu hidup dan asli.

KESIMPULAN
Membedakan jurnal non Sinta dan jurnal bodong membutuhkan kejelian. Ingat prinsip dasarnya: “Jika terlalu mudah dan terlalu mahal, maka patut dicurigai.” Jurnal non Sinta yang resmi mungkin prosesnya sederhana, tapi tetap menjunjung etika akademik. Jangan gadaikan ijazah atau karir Anda demi jalan pintas yang menipu.
Sudah yakin jurnalnya aman? Segera siapkan naskah Anda agar lolos seleksi editor. Pelajari syarat teknisnya di [Syarat Publikasi Jurnal Nasional Tidak Terakreditasi Sinta].
Pustaka Publisher juga menyediakan jasa produk lainya seperti jurnal international scopus, Haki, Jasa translate, Cek Plagiasi turnitin, pembuatan artikel dan PTAMJ.
Bagi kamu yang tertarik dengan penawaran kami, bisa langsung konsultasi melalui Whatsapp di bawah ini dan dapatkan promo Bulan ini!

Baca Juga, Selengkapnya👇
